Selasa, 10 Februari 2009

KOMUNITAS DIALOGIS UMAT BERIMAN DEMI KESEJAHTERAAN UMUM

Tema Paskah 2009 sangat menarik untuk direnungkan kembali dalam kehidupan kita bermasyarakat.

Gereja Katolik sangat menaruh perhatian kepada kerukunan hidup antar umat beragama. Dalam Nostra Aetate yang merupakan Magna Charta, dialog antara umat bergama, menyatakan: "Sebab semua bangsa merupakan satu masyarakat, mempunyai satu asal, sebab Allah menghendaki segenap umat manusia mendiami seluruh muka bumi. Semua juga mempunyai satu tujuan terakhir, yakni Allah, yang penyelenggaraan-Nya, bukti-bukti kebaikan-Nya, dan rencana penyelamatan-Nya meliputi semua orang."

Selamat ber-Paskah.

Selasa, 04 Maret 2008

Surat dari Manusia Di Tahun 2007

Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku. Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.

Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: ”JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”. Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus.

Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.

Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.

Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.
Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morphology manusia mengalami perubahan...yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi, Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari (31,102 galon). Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.

Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya: Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku...

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian... dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.

Aku berharap untuk bisa kembali ke masa 2007 untuk mengubahnya.

---o---

lipat-gandakan surat ini dan kirim kepada semua teman dan kenalan Anda, walaupun hanya berupa pesan. Kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dan setiap orang.


Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukanlah untuk anak dan keturunan kita kelak.

AIR & BUMI demi MASA DEPAN

Minggu, 24 Februari 2008

WAJAH LINGKUNGAN HIDUP KITA

Pernahkah Anda melihat film yang berjudul "INCONVENIENT TRUTH"? Film tersebut menceritakan tentang pemanasan global (global warming) yang akhir-akhir ini menjadi isu diseluruh dunia. Dunia prihatin dengan keadaan alam yang hari-hari belakangan ini sangat tidak bersahabat, termasuk di negara kita pun tidak luput dari bencana alam, dan sudah tidak konsistennya perubahan cuaca seperti dulu lagi. Sulit diduga.

Film yang dibuat oleh Al Gore
tersebut diputar sebagai ilustrasi tema APP 2008 , yang menjelaskan sangat bagus dan faktual bagaimana proses pemansan global ini terjadi. Jika Anda tidak sempat hadir dalam Pendalaman Iman di Lingkungan Anda, dan belum pernah melihat film tersebut, silakan Anda pinjam pada Ketua Lingkungan Anda.

Dalam sharing yang diadakan hari Kamis, 21-02-2008 itu, Pak Eko menceritakan pengalamannnya dimana beliau sudah tidak mengalami lagi rasa dingin di daerah Malang dan sekitarnya yang menyengat sekarang ini dibandingkan dengan 30 tahun yang silam. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pengalaman Pak Natalis -yang pernah bekerja di perusahaan kayu-, bagaimana alam yang diciptakan Tuhan begitu indah telah dirusak sedemikian rupa oleh orang-orang yang memiliki wewenang untuk keuntungan yang lebih besar tanpa mengindahkan lagi sistem yang menatanya supaya hutan tetap bisa tumbuh berkesinambungan.

Sharing yang disampaikan oleh Pak Anton layak disimak, pengalaman beliau berurusan dengan instansi Pemerintah soal pengolahan limbah ternyata
aplikasi petugas di lapangan sangat berbeda, bahkan laporan dokumen tentang pengelolaan limbah hanya sekedar kewajiban semata. Sepertinya petugas tidak siap dengan tugas dan tanggungjawabnya, padahal undang-undang dan peraturannya sudah dibuat.

Sharing yang mencoba menerawang kehidupan masa lalu dimana kita semua pernah mengalaminya dan sekarang telah berubah, cuaca cepat sekali berubah, bencana terjadi dimana-mana. lalu pertanyaannya adalah "Siapakah pelaku munculnya realitas ini?"

Kecemasan yang kita alami sekarang ternyata pernah dialami oleh Nabi Yeremia. Bapak Yayan memberikan pandangan yang sederhana, namun itulah sejatinya jawaban yang sangat mendasar, yakni: "Manusia tidak takut lagi akan Allah!"
Bila umat manusia "takut pada ketetapan Allah", maka fenomena alam yang kita alami sekarang seharusnya tidak pernah terjadi. Bukankah Tuhan telah menciptakan segala sesuatunya baik adanya?

Bagaimana menurut Anda?

Sabtu, 23 Februari 2008

KasihMu Tak Bersyarat

Kau serahkan nyawaMu demi aku
hamba yang tak pantas Kau kasihi

Kau serahkan tubuhMu untuk menguatkan aku
meniti perjalanan ziarah panjang

dan,
Kau kucurkan darhMu untuk menghapus dahagaku
agar tak putus langkahku mencapai kemuliaanMu

Sampai jumpa Yesus
di Kerajaan Bapa di Surga!
kusambut tubuh dan darahMu
dengan segenap hatiku

Sebab Engkau janjikan kerajaan Surga, Tuhan!

Via Dolorosa - Puh Sarang, Kediri

Duh Gusti . . .
saat napak tilas sengsaraMu
aku hanya bisa menitikkan airmata mengenangMu

Berat nian sengsara yang harus Engkau tanggungkan
atas dosa dan kesalahanku yang seharusnya tak terampunkan

Via Dolorosa - Puh Sarang, Kediri

Di depan gerbang lintasan Jalan Salib